Hal-Hal Bid’ah Dalam Agama

Hentikan Bid’ah, Jalankan Sunnah

Pengertian Bid’ah dalam Agama

Al Allamah Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa`di rahimahullah memaparkan tentang bid`ah : “Bid`ah adalah perkara yang diada-adakan dalam agama. Sesungguhnya agama itu adalah apa yang datangnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Dengan demikian apa yang ditunjukkan oleh Al Qur’an dan As Sunnah itulah agama dan apa yang menyelisihi Al Qur’an dan As Sunnah berarti perkara itu adalah bid`ah. Ini merupakan defenisi yang mencakup dalam penjabaran arti bid`ah.

Sabda nabi shallallahu alaihi wasallam :
“Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak di atas perintah kami maka amalannya itu tertolak”.

17 Tanggapan to “Pengertian Bid’ah dalam Agama”

  1. bidah said

    Kalau tahlilan Bid’ah gak ya?? Hal ini di Masyarakat sudah umum, yang mana harus diikuti? Ada yang bilang Bid’ah ada yang bilang Sunnah.. wah jadi bingung nih.. Apa memang ajaran Islam bikin bingung ummatnya?? Padahal Pak Ustadz bilang Islam itu Agama yang sempurna. Tolong bantu jelasin nih…

  2. bidah said

    Trus kalau masuk pekuburan apa yang harus dibaca, Do’a atau Al-Qur’an? Ada faham / organisasi yang mengajarkan membaca Al-Qur’an kalau masuk pekuburan? Ada juga yang mengatakan hanya mendo’akan mayyit dalam kubur, wah bener-bener jadi bingung nih… yang mana sih yang BENAR???

  3. adi abdullah said

    Assalamu’alaykum

    semoga antum ikhlas dan istiqomah dalam membela yang haq…..

    barakallahu fiikum….

  4. mbelgedez said

    Blog bego !!!

    Baru blajar jadi salaf ajah udah petentang-petanteng !!!

  5. mbelgedez said

    Blajar ngaji ajah doloo nyang bener…

    Lalu blajar ngempanin anak bini nyang bener…

    Lha wong baru ikut ngaji salaf sebulan dua bulan ajah udah brani ngomong matahari mengelilingi bumi !

    Balik ke SD sono !!!

  6. alexander said

    assalamu’alaykum,
    setiap perjalanan jauh pastilah di awali dengan satu langkah, dan semoga Allah Ta’ala memudahkan antum dalam niat untuk berbagi kebaikan melalui blog ini dengan saudara2 kita yang belum mengerti….Kalau terdapat kata-kata kotor menghiasi ruang tanggapan di blog antum, bersabarlah, karena bentuk ujian selalu ada bagi setiap orang yang ingin beramal sholeh, semoga saja Allah Ta’ala membalikkan hati orang-orang yang berkata kotor menjadi lembut hatinya…….

    Kalau terdapat teori tentang alam semesta, banyak berlandaskan hipotesis, wahai orang bermulut kotor!!! Apakah antum juga percaya kalau manusia bisa menembus atmosfer bumi untuk ke bulan dengan pesawat ruang angkasa dengan melalui sabuk van halen? Teori bahwa heliosentris(matahari pusat tatasurya, bumi mengelilinginya) itu benar atau geosentris (bumi pusat perputaran planet-planet, matahari mengelilingi bumi)itu benar, kita semua tidak tahu, kecuali dengan ilmu….Apakah antum wahai orang yang bermulut kotor bisa membuktikan secara ilmiah, dengan melibatkan persamaan2 deret fourier, teori laplace, dan teori2 lainnya?

    Barikallahu fikum,

    Wassalamu’alaykum

    alexander

  7. ema said

    Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…..

    Buat semua yang berpendapat bahwa Mataharilah yang berputar mengitari Bumi (Faham GEOSENTRIS) berarti anda semua ingin kembali ke Abad Pertengahan yaitu ketika Paus dan Para Pembesar Vatican hanya menerima Kebenaran Teori GEOSENTRIS sebagai Kebenaran GEREJA dengan mengacu pada Buku ALMAGEST karangan PTOLOMEI seorang filsuf Yunani Kuno. Gereja berpendapat demikian karena Yesus ada di Bumi dan Yesus adalah CENTER (Pusat) maka BUMI pun juga PUSAT. Mereka menganggap siapapun yang tak mengakui Faham GEOSENTRIS maka mereka telah melakukan BIDAT (Bid’ah) maka Gereja pun menghukum Ilmuwan-ilmuwan yang kemudian berhasil menghitung secara matematis maupun empiris dan membuktikan bahwa justru BUMI yang berputar mengitari MATAHARI (Faham HELIOSENTRIS). Akibatnya, Filsuf ahli Matematika dan Fisika seperti GALILEO GALILEI pun dihukum Mati oleh Vatican. COPERNICUS penggagas teori tersebut memilih bungkam dan berdiam diri. GIORDANO BRUNO yang berani menyatakan kebenaran akhirnya DIHUKUM MATI DENGAN CARA DIBAKAR HIDUP-HIDUP oleh Gereja (Vatican) karena tidak mau bertobat dan membatalkan pendiriannya bahwa BUMILAH yang BERPUTAR mengitari MATAHARI. Nah…. setelah sekian ratus tahun berlalu, VATICAN melalui PAUS PAULUS BENEDICTUS memohon maaf kepada dunia atas kesalahan dan kebodohan telah menghukum GALILEO (Tapi mereka melupakan G. BRUNO) akibat pendiriannya… Lantas apakah kita umat Islam yang telah disebut sebagai ULIL ALBAB dan diperintah untuk merenungkan Alam Semesta akan mengikuti Langkah VATICAN ratusan tahun yang lalu ??????? Afala ta’qilun afala tatafakkarun ???? Wassalam

  8. orangbodoh said

    Mas Alexander… untuk membuktikan Bumi berputar mengitari Matahari Mas nggak perlu mumet dengan segala rupa persamaan aneh model Pers. Laplace atau Deret Fourier. Cukup pake logika sederhana saja mengapa bulan bisa tampak berubah-ubah dari hari ke hari mulai dari Hilal, Sabit hingga Purnama, lalu balik lagi. Atau ingat kala Gerhana Matahari Total melintasi Indonesia pada Tahun 1983 lalu ? (Kalau belum Lahir, bisa Googling) Nah Mbak Karlina Supelli (Ahli Astronomi Perempuan Pertama) melakukan Perhitungan ramalan Waktu akan Terjadinya GMT tersebut mulai dari Jam, menit bahkan detiknya. Apa yang terjadi ??? Perhitungan beliau tepat 99,9% terkait dengan terjadinya GMT tersebut. Mas tentu mahfum bahwa Mbak Karlina berhitung dengan teori Matematika dan Fisika yang mengacu pada Hukum-hukum yang menganut asas HELIOCENTRIS semisal Teori Mekanika Benda Langit (Celestial Mechanics) yang antara lain menerapkan Hukum Keppler dan lainnya. FAKTA bahwa RAMALAN waktu terjadinya GMT tersebut oleh Mbak Karlina cukuplah menjadi salah satu BUKTI KEBENARAN teori HELIOCENTRIS. Kalau masih belum puas Mas bisa bertandang ke Observatorium Boschha di Lembang Bandung. Mas boleh berdiskusi dengan ahli-ahli disana seperti Pak Taufiq Hidayat, atau Mas boleh berhubungan dengan Pak T. Djamaluddin, salah seorang Ahli Astronomi juga di LAPAN. Insya Allah beliau-beliau dapat memberikan pencerahan akibat “kesesatan” pemahaman Mas dan mas-mas lainnya tentang Gerak Matahari dan Bumi. Wassalam

  9. ihsan said

    Mungkin pendapat ustad Ahmad Sarwat, Lc bisa membantu :

    Saya membaca fatwa ulama yaitu Syeikh Utsaimin yang menegaskan bahwa zhahir ayat Quran mengatakan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Pandangan ini menurut beliau berdasarkan banyak ayat Quran, sehingga kita tidak boleh berpandangan sebaliknya bahwa bumi-lah yang mengelilingi matahari. Bahkan menurut beliau, suat hari nanti para ilmuwan akan berbantahan tentang benarkan bumi mengitari matahari.

    Mohon klarifikasi dari ustadz, benarkah ulama sekelas Syaikh Utsaimin mengatakan hal itu? Dan benarkah memang al-Quran secara tegas menyatakan hal itu.

    Terima kasih jazakamullahu khairal jaza’.

    Erti Manangku
    ertia

    Jawaban
    Assalamu a’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Setiap ulama tentu berhak untuk mengeluarkan pendapat dan fatwanya. Juga berhak untuk diikuti fatwa dan pendapatnya itu oleh umat Islam.

    Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.

    Para ulama sejak masa salaf dahulu, banyak yang berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang benar dalam ijtihad dan di antaranya ada yang salah. Bahkan Imam As-Syafi’i rahimahullah pernah mengoreksi pendapat-pendapatnya yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga ada dua qaul dalam mazhabnya, yaitu qaul qadim ketika beliau tinggal di Iraq dan qaul jadid ketika beliau tinggal di Mesir.

    Bahkan para ulama di level mujtahid mutlak sekalipun tidak pernah mewajibkan manusia untuk hanya berguru kepada dirinya sendiri saja. Bagi mereka, bila ada orang yang ingin berpendapat sebagaimana pendapat dirinya, boleh saja. Tapi bila menolak dan mengambil pendapat ulama lain, mereka ikhlas dan sama sekali tidak sakit hati.

    Bila di masa sekarang ini ada pendapat dan pandangan dari ulama tertentu yang barangkali tidak kita sejalan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, boleh saja hal itu ditolak dan tidak berdosa. Asalkan ada pembanding dari pendapat ulama lainnya yang dirasa lebih kuat hujjahnya.

    Matahari Mengelilingi Bumi?

    Benar bahwa salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.

    Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.

    Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi.

    Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

    Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.

    Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

    Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri. (QS al-Kahfi: 17)

    Namun semua yang terkait dengan informasi matahari itu sangat dikaitkan dengan pandangan subjektif manusia. Di mana Allah SWT memang berfirman untuk umat manusia. Maka boleh saja disebutkan bahwa matahari itu terbit, tentunya dari sudut pandang manusia. Padahal sesungguhnya, matahari tidak pernah pergi menghilang dari wujudnya, dia hanya menghilang dari pandangan mata kita saja.

    Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ayat berikut ini:

    Hingga apabila dia telah sampai ke tempat ter benam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata, “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.” (QS Al-Kafhi: 86)

    Kalau kita lihat zhahir nash ayat ini, jelas sekali disebutkan bahwa ada tempat terbenamnya matahari, di mana matahari bukan hanya terbenam, tapi disebutkan tempatnya masuk ke dalam bumi, yaitu di laut yang berlumpur hitam. Tetapi apakah matahari turun ke bumi dan masuk ke dalam laut? Tentu tidak bukan. Ini hanya pandangan subjektif seseorang yang melihat seolah-olah matahari masuk ke dalam laut. Padahal hakikatnya matahari berjarak 8 menit perjalanan cahaya dari bumi.

    Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke ‘Arsy.

    Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu ke mana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud di bawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ke tempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”

    Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi.

    Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.

    Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.

    Seperti ungkapan indah Al-Quran tentang malam dan siang yang saling berkejaran, apakah kita mau artikan bahwa malam dan siang itu seperti dua anak kecil main kejar-kejaran atau main petak umpet? Tentu tidak, bukan? Ungkapan berkejaran itu adalah gaya bahasa yang indah, tapi jangan dipahami terlalu teknis dan sederhana.

    Bahkan di dalam Al-Quran bertabur ayat yang punya gaya ungkapan bahasa yang indah, kadang sampai terasa aneh. Misalnya, uban yang tumbuh di kepala nabi Zakaria, disebutkan dengan ungkapan khas yaitu uban berkobar di kepala. Berkobar itu kan sesungguhnya sifat dari api. Tetapi apakah benar kepala nabi Zakaria itu terbakar? Tentu tidak, bukan?

    Ia berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkobar dengan uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.” (QS Maryam: 4)

    Kebenaran Ilmu Pengetahuan

    Namun lepas dari perbedaan pendapat dalam memahami nash Quran, kita pun harus tahu bahwa kebenaran dalam ilmu pengetahuan pun tidak pernah mutlak. Setiap kali selalu saja ada teori yang tumbang dengan teori baru. Setiap saat selalu saja muncul penemuan dan kebenaran baru, untuk sampai saatnya akan tumbang digantikan dengan yang baru.

    Apa yang kita yakini sebagai kebenaran empiris tentang ilmu astornomi, sangat kita yakini suatu hari akan tumbang dengan fakta terbaru.

    Wallau a’lam bishshawab wassalamu a’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc.

  10. Ass. wr. wb.
    Saya tidak menyalahkan orang yang berlagak tau di forum ini berbantah-bantahan. Apalagi ada yang nge-fans dengan Syeikh Utsaimin. Karna memang itu sudah skenario Allah dalam al Qur’an, Wa kaanannaasu Aktsaro Syaiin Jadalaa”,
    Manusia itu memang banyak berbantah-bantahan”

    Hanya saja saya tegaskan: Ilmu pengetahuan yang sudah teruji hipotesanya tidak akan pernah bertentangan dengan al Qur’an. Apalagi tentang penciptaan alam semesta. Lalu bagaimana dengan pusat alam semesta?
    Geosentris atau Heliosentris?

    Baca buku karangan DR. Mahdi Ghulsyani dulu, baru komentar.

  11. abah zahra said

    Kalo ulama salah sih wajar, tapi kalo mengafirkan yang mengatakan bumi mengelilingi matahari, seperti Bin Baz, itu namanya ulama keblinger, karena kalo dia salah, dia sendiri yang jatuh menjadi kafir ( al-hadits )

  12. al alif said

    baiknya fikirkan dan pelajari semua yang akan anda katakan sebelum anda sampaikan!! Karna syaitan tidak akan berhenti memfitnah manusia.

  13. orangawam said

    Mushaf Alquran pada jaman nabi tidak ada! Apakah pengumpulan mushaf kemudian pengurutan ayat dan juz dalam mushaf Alquran juga termasuk bid’ah?

  14. Alya said

    Semoga kita diberi kemudahan dalam membedakan sunnah dan bidah, dan terhindar dari perbuatan bidah.

  15. wow keren said

    pada zaman Rasulullah SAW Qur’an tidak dibukukan (dicetak) tapi dihafal, sekarang kita baca Qur’an yang di cetak gmana nih? Bid’ah atau tdk?….

  16. wow keren said

    hmm

  17. Abdullah al alam said

    BIARKANLAH MEREKA YANG MEMILIH APA YG IA PILIH. MEREKA YG BID’AH MAUPUN YG TDK BID’AH SAMA2 PUNYA DALIL YG BERBEDA DALAM TAFSIRANNYA. INGAT.. SURGA NERAKA BUKAN DITANGAN MANUSIA. BRG SIAPA YG IKHLAS BENAR2 UCAPANNYA PERBUATANNYA HANYA KRN ALLAH SWT. MAKA YG ADA DIBUMI INI HANYALAH ORG2 YG SABAR. ISTIQOMAH. QONAAH. MAKA LIHATLAH DIRI KITA MASING2. SIAPA AKU ? AAH AKU MASIH BELUM LAYAK UNTUK MENGAJARKAN KEBENARAN ISLAM. KRN AKU SENDIRI BELUM DKT ALLAH. MAKA DGN DMKIAN DAMAILAH DUNIA INI. .KRN SEMUA MANUSIA SDG BERUSAHA DKT DG ALLAH. DGN DMKIAN ALLAH SWT AKAN MENAMBAH ILMU AGAMA PD MRK..HGGA MRK FAHAM DINNUL ISLAM YG HAQ. BUKAN SALING SERANG. WALLAHU A’LAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: